7 Cara Singkat untuk Bahagia, Saat Mimpi dan Tujuan Masih Sangat Jauh dari Jangkauan

Menjadi milenial memang melelahkan. Ada banyak sekali tuntutan, entah dari orang lain ataupun diri sendiri, yang harus dipenuhi. Mengejar mimpi pun terkadang menjenuhkan. Berbagai cara yang dicoba berujung buntu, ide untuk inovasi pun tak muncul-muncul. Menatap ke depan, mimpi yang dituju masih belum kelihatan. Entah sampai kapan kamu masih harus berjuang.

Ketika mendengar kata “cara singkat untuk bahagia” mungkin yang terlintas di kepala adalah miras dan narkoba. Sebuah cara singkat untuk melarikan diri dari masalah. Namun, untuk bahagia bisa dengan berbagai cara kok. Saat kamu sedang merasa lelah-lelahnya mengejar cita-cita, sedang targetmu masih terlihat jauh di sana, kamu boleh sejenak “menghibur diri sendiri” dengan beberapa hal ini. Meski bahagianya sebentar, tapi bisa diterapkan.

1. Buat target sederhana untuk dicapai setiap harinya. Percayalah, ada rasa bahagia saat kamu berhasil meraihnya

bikin target harian via pixabay.com

Bila target besarmu masih terlalu jauh dan masih butuh banyak perjalanan untuk meraihnya, hibur dirimu dengan target-target kecil. Misalnya, membuat to-do list atau target harian yang harus kamu raih. Misalnya hari ini kamu mau menulis 2 lembar skripsi atau membereskan cucian yang menggunung. Tapi tentunya harus diusahakan, alias nggak cuma dijadikan target saja kemudian dilupakan. Berhasil mencapai target harian ini bakal memberikanmu kepuasan dan kebahagiaan kok.

2. Rapikan kamar atau tata ulang suasananya. Setelah kamarmu rapi atau berganti posisi, kenyamananmu akan muncul di sini

merapikan kamar via www.pexels.com

Memikirkan target yang masih jauh dari jangkauan, ditambah kondisi kamar yang berantakan. Duh makin suntuk pasti rasanya. Pikiran jadi butek, dan ide pun terasa mampet. Kalau sudah begini, membereskan kamar yang berantakan bisa jadi sedikit penghiburan diri sendiri. Kalau perlu mengubah tata ruang kamar, supaya pikiran lebih fresh dan nyaman. Saat kamu sedang jenuh-jenuhnya dengan hidup ini, membersihkan kamarmu bisa menjadi pelarian sesaat. Kalau lihat kamar rapi dan fresh, kan jadi happy.

3. Beri satu hari pada dirimu untuk melakukan hal-hal yang kamu suka. Meski sementara, ini jadi bisa pelarian diri paling sempurna

satu hari untuk hal yang kamu suka via pixabay.com

Mumpung masih muda, adalah waktu yang paling tepat untuk berlari. Terkadang kejam dan tega pada diri sendiri nggak apa-apa, demi kebaikan-kebaikan di depan sana. Tapi berusaha keras setiap hari kadang capek juga. Nggak apa-apa lo kalau kamu melakukan “time out” sebentar. Beri dirimu sendiri satu hari bebas untuk melakukan hal-hal yang kamu suka. Traveling misalnya? Marathon nonton drama Korea? Melakukan hobi-hobi lama yang sudah lama terlupakan? Atau gegoleran di kamar seharian juga nggak apa-apa. Sesekali rehat boleh ya~

4. Terkadang kita memang harus “lebih baik hati” pada sendiri. Sesekali membeli apa yang kamu inginkan tak apa-apa ‘kan?

Beli sesuatu yang diinginkan via pixabay.com

Advertisement

Kerja keras setiap hari sampai kadang lupa waktu. Pengeluaran dihemat seketat-ketatnya sampai jajan lima ribuan pun rasa bersalahnya seharian. Berhemat memang perlu, apalagi kebutuhan di depan pasti semakin banyak saja. Tapi sesekali kerja kerasmu sendiri perlu dihargai lo. Setelah kerja keras selama ini, nggak apa-apa kalau sesekali membahagiakan diri sendiri? Caranya dengan membeli sesuatu yang benar-benar kamu inginkan. Atau sesuatu yang sudah kamu idam-idamkan sejak lama. Memberi apresiasi pada diri sendiri itu nggak dosa kok.

5. Selain bikin badan bugar dan tubuh terasa segar, olahraga secara ilmiah bisa membuatmu bahagia lo

Olahraga via pixabay.com

Kamu pasti sudah tahu kalau olahraga itu perlu dan baik untuk kesehatan tubuhmu. Kurang olahraga akan berdampak buruk pada tubuh, entah sekarang ataupun di masa depan. Tapi apakah kamu sudah tahu kalau olahraga bisa membuat kita jadi bahagia?

Hal ini karena saat berolahraga, otak kita memproduksi hormon dopamin alias hormon kebahagiaan yang fungsinya mengatur emosi dan meningkatkan suasana hati. Kurangnya dopamin dalam tubuh bisa menyebabkan depresi karena domapin ini bisa membuat orang bahagia. Olahraga, adalah salah satu cara untuk merangsang produksinya.

6. Bila pikiranmu terasa buntu, mungkin kamu bisa mencoba hal-hal baru. Biar rasa jenuhmu surut dulu

mencoba hal-hal baru via pixabay.com

Berkutat dengan hal yang sama dalam waktu yang lama tentu akan membuat bosan. Motivasi untuk berjuang pun bisa surut karena hatimu telanjur jenuh. Bukan berarti kamu harus melepaskan targetmu lo. Mungkin kamu hanya perlu selingan untuk melakukan hal-hal baru yang belum pernah dicoba. Selain kamu jadi fresh lagi, bisa menambah skill baru bukan? Pengalamanmu dan pengetahuanmu bertambah, mood-mu pun seperti diisi ulang. Kalau sudah fresh, lanjut lagi deh mengejar targetnya. Semangat!

7. Menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman-teman terdekat. Atau siapa pun yang kepadanya kamu tak perlu memasang topeng yang kuat

berkumpul dengan orang menyenangkan via pixabay.com

Terkadang rasa lelah dan jenuh itu muncul karena kamu harus “menjadi orang lain”. Atau harus menjadi sosok yang sempurna, anti mengeluh, tegak bagai karang di tengah samudera. Padahal yang namanya manusia kan pasti ada sedih-sedihnya. Nggak heran kalau kemudian kamu capek dan jenuh dengan segala yang kamu perjuangkan. Apalagi kalau target yang kamu capat terasa masih jauh sekali. Untuk itu, kamu perlu melepaskan topengmu dengan berkumpul dengan orang-orang terdekatmu. Entah sabahat, keluarga, atau siapa pun yang membuatmu bebas menampakkan dirimu seutuhnya.

Mengejar target memang bukan hal yang mudah. Rasa jenuh, lelah, dan bosan bisa kapan saja menghadang. Di sini, kamu perlu cerdik-cerdik mencari akal agar kamu bisa bahagia. Yah, walaupun bahagianya hanya sementara, tapi cukup jadi pelipur lara.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Sumberhttps://www.hipwee.com/motivasi/cara-singkat-bahagia/

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply