Dari Tali Pocong Hingga Susuk, Begini Isi Koleksi Museum Santet di Surabaya

Ingin mencoba wisata anti mainstream ketika menikmati liburan di Surabaya? Nah tampaknya ‘Museum Santet‘ ini dapat Anda jadikan sebagai salah satu pilihan.

Ketika mendengar namanya, mungkin Anda akan sedikit merinding karena di dalamnya juga terdapat banyak benda yang berkaitan dengan hal mistis.

Namun siapa sangka, bukan hanya benda mengerikan saja, terdapat banyak barang perawatan kesehatan dari zaman ke zaman di dalam museum ini. Maka dari itu destinasi wisata anti mainstream Surabaya ini bernama Museum Kesehatan Surabaya (Museum Kesehatan Dr. Adhyatma).

Museum Kesehatan Dr. Adhyatma ini beralamat di Jalan Indrapura 17, Surabaya, Jawa Timur.

Karena memiliki beberapa koleksi benda supranatural, tidak heran kalau tempat ini juga sering dijuluki museum santet.

Museum santet di Surabaya. (Instagram/@meliyantina)
Museum santet di Surabaya. (Instagram/@meliyantina)

Gedung museum sendiri sebenarnya merupakan bagian dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) dan Kebijakan Kesehatan, Departemen Kesehatan.

Pada bagian dalam Puslitbang, terdapat dua gedung yang digunakan sebagai museum.

Pada gedung bagian pertama, pengunjung dapat melihat alat kesehatan modern.

Lain halnya dengan gedung kedua, di mana pengunjung bisa melihat sarana pengobatan tradisional termasuk santet.

Museum santet di Surabaya. (Instagram/@rdaisyann)
Museum santet di Surabaya. (Instagram/@rdaisyann)

Museum tersebut dibangun tahun 2004 dan diresmikan oleh Menteri Kesehatan yakni Dr. Ahmad Sujudi pada waktu itu.

Mulanya, museum ini dirintis oleh Dr. dr Harijadi Soeparto DOR M.Sc, kemudian tempat tersebut mengambil penamaan dari Dr. Adhyatma yang pernah menjadi Menteri Kesehatan di tahun 1988 sampai dengan 1993.

Sejumlah koleksi berkaitan hal mistis juga dapat dengan mudah ditemukan di sini, ada tanah kuburan, tali pocong dan paku dari para korban santet.

Museum santet di Surabaya. (Instagram/@spesialtelurdua)
Museum santet di Surabaya. (Instagram/@spesialtelurdua)

Kemudian ada pula susuk, yaitu logam berukuran kecil yang biasanya digunakan seseorang agar terlihat menarik.

Belum lagi, museum ini juga menyimpan koleksi nyentrik seperti celana anti perkosaan dan foto proses penyantetan yang terdokumentasi.

Jika masih penasaran, Anda dapat mengunjungi museum santet ini saat berlibur ke Surabaya lho.

Museum santet ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 15.00 Senin sampai Jumat. Kemudian di akhir pekan, museum santet ini buka mulai pukul 09.00 – 14.00 WIB.

Nah, menarik sekali bukan koleksi di dalam museum santet ini? Jangan lupa mampir ya, jika sedang berwisata ke Surabaya!

https://www.suara.com/lifestyle/2019/10/03/160000/dari-tali-pocong-hingga-susuk-begini-isi-koleksi-museum-santet-di-surabaya

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply