Skill Tenaga Ahli Perhotelan Lokal Diakui Mampu Bersaing dengan Orang Asing

Skill Tenaga Ahli Perhotelan Lokal Diakui Mampu Bersaing dengan Orang Asing.

Pemikiran pesimis soal tenaga ahli dalam negeri dan silau dengan keahlian orang luar negeri, termasuk dalam bidang travel dan perhotelan kerap melanda masyarakat Indonesia.

Padahal tahu nggak sih, kalau keahlian tenaga lokal ternyata tidak kalah saing dengan luar negeri loh.

Jusuf Sawirin selaku Chief Executive Officer Prasanthi Hotels and Resort mengungkap perjalanannya selama puluhan tahun bekerjasama dengan tenaga kerja asing dan mendapatkan fakta ahli perhotelan lokal cenderung lebih baik.

Jusuf Sawirin, Chief Executive Officer Prasanthi Hotels and Resort [Suara.com/Dini]
Jusuf Sawirin, Chief Executive Officer Prasanthi Hotels and Resort [Suara.com/Dini]

“Dari kemampuan aduh saya kerjasama bule banyak, banyak bule yang enggak bisa kerja cuma warna kulit doang, mereka kerja kalau compare (dibandingkan) dengan kita punya skill GM (general manager) lokal, chef lokal nggak kalah, tenaga kerja kita lebih hebat daripada mereka sebenernya,” ujar Jusuf kepada Suara.com di Antero Hotel by Prasanthi, Jababeka 2, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (19/10/2019).

Jusuf bercerita pengalamannya selama puluhan tahun mendirikan hotel dengan nama asing, namun lahan, bangunan, karyawan hingga standar operational prosedur (SOP) asli pemikiran dan tenaga kerja lokal. Tapi sayangnya ia tetap harus membayar kepada si empunya nama hotel.

“Waktu saya dengan Best Western kok kita harus bayar fee ke mereka gara-gara penggunaan nama ini,” ungkapnya.

Jusuf juga percaya diri dengan perkembangan teknologi segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, termasuk sampai akhirnya ia berani membuka sendiri hotel dengan bangunan, karyawan hingga SOP bersama para GM lokal.

“Jadi sejak itu saya ambil keputusan untuk ambil brand Indonesia dimana kita akan selalu gunakan source lokal, SDM lokal, kita develop orang-orang lokal, semuanya kita lokal, untuk Indonesia oleh Indonesia dari Indonesia. Jadi semuanya kita punya nasionalisme lumayan tinggi,” tuturnya.

Pemikiran yang selalu dipegang teguh Jusuf adalah tidak ada perbedaan signifikan antara tenaga kerja lokal dan tenaga kerja asing, hanya sekedar perbedaan kulit serta kemampuan bahasa asing yang lebih mumpuni, selebihnya sama.

“Jangan salah kalau berbicara tenaga kerja dan kemampuan operasional, hotel kita nggak kalah sama mereka, bedanya cuma warna kulit, mereka ngomong bahasa Inggris lebih fasih dan mereka punya attention to detail, mereka itu detail kepada hal-hal kecil operasional mereka sangat detail, kita bisa belajar semua itu,” katanya.

Lebih lanjut kata Jusuf, Indonesia punya nilai lebih dari sisi keramahan dan kebaragaman. Kemauan belajar dan terus mengembangkan dirilah yang akhirnya wajib dilakukan, termasuk selalu bersikap disiplin.
 

https://www.suara.com/lifestyle/2019/10/19/133102/skill-tenaga-ahli-perhotelan-lokal-diakui-mampu-bersaing-dengan-orang-asing

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply