Stop Ucapkan 7 Kalimat ‘Child-shamming’ Terselubung Ini! Sayang Anak, Bukan Gini Caranya

Featured Image

Menjalani peran sebagai orangtua memang bukanlah perkara mudah. Terutama bagi orangtua milenial yang kini punya ekstra tantangan; mempersiapkan anak agar mampu bersaing namun tetap punya akhlak yang oke di era 4.0 seperti saat ini. Nggak jarang, segala macam cara pengasuhan diterapkan, demi menjadikan anak patuh, mau mendengarkan ajaran orangtuanya.

Sayangnya, kadang orangtua tanpa sadar melontarkan kalimat yang bukannya memberikan encourage, namun malah menjatuhkan. Misalnya, membanding-bandingkan anak dengan teman-temannya atau melabeli anak berdasarkan gendernya. Agar kamu nggak terjebak jadi orangtua yang melakukan tindakan child-shamming, cek dulu deh 7 kalimat ‘biasa’ ini. Jangan-jangan sudah sering kamu dan pasangan ucapkan?

#1 Bersifat menjatuhkan: “Duh, kamu nih kenapa sih jadi anak bandel banget?”

Credit photo: Sleeping Should be Easy via sleepingshouldbeeasy.com

#2 Memoralisasikan alias moralizing sesuatu berdasarkan standar sendiri: “Anak pinter tuh nggak kayak gitu kelakuannya!”

Credit photo: Todaysparent via www.todaysparent.com

#3 Mengatakan sesuatu yang mengacu pada usia: “Duh, Dek! Kamu tuh udah kegedean buat hal kayak gitu!”

Credit photo: Church is true via www.churchistrue.com

#4 Melabeli anak dengan perkataan berdasarkan gender tertentu: “Hussh! Anak cowok tuh harus kuat, nggak boleh nangis!”

Credit photo: Sohu via www.sohu.com

#5 Membanding-bandingkan anak: “Heh, kamu ini kenapa sih, Dek? Tuh lihat teman-temanmu nggak ada tuh yang tingkahnya kayak kamu!”

Credit photo: Good Therapy via www.goodtherapy.org

#6 Meremehkan kompetensi anak: “Hahaha, Nak, Nak…udah deh. Kamu tuh nggak kebagian jatah bakat seni kayak Papamu.”

Credit photo: Child Insider via childinsider.com

#7 ‘Memaksa’ anak bertanggung jawab pada emosi orang dewasa: “Hush, udah Dek! Kamu nih malu-maluin Mama aja!”

Credit photo: Healthyway via www.healthyway.com

Hayo, ada kah yang merasa masih sering mengucapkan 7 kalimat child-shamming di atas? Yuk kurang-kurangi dan berikan kalimat yang lebih memberikan semangat dan bernilai positif. Supaya anak tahu, dirinya berharga dan keluarga adalah ‘rumah’ yang memberikan kenyamanan terbaik dan mencintai dia, sekeras apapun tantangan di luar sana. Semangat!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Sumberhttps://www.hipwee.com/young-mom/bully-anak-sendiri/

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply